Surah Maryam Ayat 71: Janji yang Pasti, Apa Maksudnya Bagi Orang Beriman?
Surah Maryam. Sempat viral beberapa waktu yang lalu tentang bacaan beberapa ayatnya, yakni ayat 30-33, yang dibacakan dengan langgam khas Syaikh Mahmud Khalil Hushariy rahimahullah. Dialunkan oleh jutaan anak-anak dan dewasa, Influencer, konten kreator, serta netizen biasa.
Terlepas dari adanya perdebatan di kalangan ulama terkait meniru suara plek ketiplek seorang Qari dalam membaca Al Quran itu apakah termasuk BID’AH atau BUKAN, maka bukan tempatnya bagi saya membahasnya di tulisan kali ini. Kita bahas nanti saja, di saat kondisi “Dunia Persilatan” agak reda saja.
Kita kembali ke Aksentuasi surah Maryam ini. Ianya Makkiyyah, ayatnya 98. Nama lainnya كهيعص, Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shaad.
Penamaannya diantara sebabnya karena dibahas di dalamnya terkait Maryam ‘alaihassalaam, sebagai wanita mulia, bahkan salah satu diantara sebaik-baik wanita di bumi versi hadits shahih riwayat Ahmad.
Keselarasan awal surat dengan akhirnya adalah mengenai DO’A. Di ayat 4 Rabbunaa Jalla Jalaaluh menarasikan tentang do’a mas-alah (permohonan/permintaan) Nabi Zakariyya ‘alaihissalaam,
قَالَ رَبِّ إِنِّی وَهَنَ ٱلۡعَظۡمُ مِنِّی وَٱشۡتَعَلَ ٱلرَّأۡسُ شَیۡبࣰا وَلَمۡ أَكُنۢ بِدُعَاۤئِكَ رَبِّ شَقِیࣰّا
[Surat Maryam: 4]
Kemudian diakhiri dengan do’a ibadah (berupa keimanan & amal shalih),
إِنَّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ سَیَجۡعَلُ لَهُمُ ٱلرَّحۡمَـٰنُ وُدࣰّا
[Surat Maryam: 96]
Sebenarnya banyak hal penting yang bisa kita gali di dalamnya. Hanya saja saya hanya mencukupkan pada satu sorotan saja untuk kita ambil faedahnya. Yakni pada ayat ini,
وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمࣰا مَّقۡضِیࣰّا
“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” [Surat Maryam: 71]
Para ulama berbeda pendapat mengenai maksudnya;
Pertama, makna kata tersebut adalah memasukinya, namun Allah memalingkan azab neraka dari orang beriman.
Kedua, sebagian ulama berpendapat bahwa maksudnya melewati shirat yang dibentangkan di atas api neraka Jahannam.
Ketiga, sebagian ulama berpendapat maknanya mendekati neraka.
Keempat, sebagian ulama berpendapat bahwa yang masuk adalah orang kafir, sementara mukmin hanya merasakan demam (yang merupakan hembusan Jahannam) ketika di dunia.
Demikian dalam Tafsir Adhwaul Bayan karya Syaikh Asy-Syinqithiy rahimahullah, Jilid 3 hal. 478.
Semoga bermanfaat.
Akhukum,
✒️ Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, Lc., MA.
===================
Saluran WA:
https://whatsapp.com/channel/0029Vafy3pyFcovxfyue6r1P