Surah Thaahaa: Surah yang Mengabadikan Perjuangan Musa Melawan Firaun

Surah Thaahaa. Makkiyyah dengan 135 ayat. Dinamakan juga Surah Al-Kalîm & surah Musa.

Diantara keselarasan awal dengan akhir surat adalah berkenaan dengan Al Quran yang dijadikan pengingat di awal surat, yakni ayat ini,

إِلَّا تَذۡكِرَةࣰ لِّمَن یَخۡشَىٰ
[Surat Tha-Ha: 3]

dan dijadikan sebagai penegasan akan kebenarannya dengan nada ancaman bahwa kelak mereka akan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, apakah yang mengingatkan ataukah yang diingatkan? Yaitu ayat ini,

قُلۡ كُلࣱّ مُّتَرَبِّصࣱ فَتَرَبَّصُوا۟ۖ فَسَتَعۡلَمُونَ مَنۡ أَصۡحَـٰبُ ٱلصِّرَ ٰ⁠طِ ٱلسَّوِیِّ وَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ
[Surat Tha-Ha: 135]

Ayat yang kita soroti kali ini adalah,

وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَیۡهَاۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقࣰاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
[Surat Tha-Ha: 132]

Al Qurthubiy rahimahullah menulis,

أمره تعالى بأن يأمر أهله بالصلاة ويمتثلها معهم ، ويصطبر عليها ويلازمها . وهذا خطاب للنبي – صلى الله عليه وسلم – ويدخل في عمومه جميع أمته ؛ وأهل بيته على التخصيص .

“Allah memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar menyuruh keluarganya shalat, mengerjakannya bersama mereka. (Dan agar) sangat menjaga kesabaran dalam memerintahkannya serta melazimkannya. (Maka asalnya) khithab ini untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun ia juga masuk pada keumuman untuk seluruh ummatnya dan ahli baitnya secara khusus.”

Al Qurthubiy dalam tafsirnya memberi banyak contoh pengamalan ayat ini dari para Salaf. Saya rangkumkan di sini, biidznillah. Diantaranya:

  1. Semenjak ayat ini turun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap pagi pergi ke rumah puterinya, Fathimah radhiyallahu ‘anha, untuk mengingatkan shalat.
  2. ‘Urwah bin az-Zubair radhiyallahu ‘anhu, jika ia membaca kabar-kabar para Salathin (penguasa) tiap negeri serta kondisi mereka, maka ia akan bersegera ke rumahnya, membaca ولا تمدن عينيك dst kemudian memanggil untuk shalat: “Ash Shalaatu yarhamukumullaah”, kemudian iapun shalat.
  3. Adalah ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu membangunkan keluarganya untuk shalat malam, dan ia pun shalat, mengamalkan ayat ini. [Tafsir Al Qurthubiy, https://share.google/yKe0uWmBBuHaKCZCP]

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika kesempitan menimpa keluarganya, maka beliau memerintahkan pada mereka agar shalat.

Semoga bermanfaat,

✒️ Abu Hazim Mochamad Teguh Azhar, S.Kom.I, Lc., MA.

Saluran WA:
https://whatsapp.com/channel/0029Vafy3pyFcovxfyue6r1P

Add a Comment

Your email address will not be published.